Cara Budidaya Kacang Tanah Organik

4
(1)

Kacang tanah merupakan tipe tanaman yang ditanam amat sering sesudah padi, jagung dan juga kedelai di indonesia. Budidaya kacang tanah umumnya dikerjakan secara mono kultur atau satu tipe tanaman dalam satu lahan.

Namun tak sedikit pula yang melakukan budidaya kacang dengan memakai sistem poli kultur atau metode tumpang sari. Budidaya kacang tanah sangat pas jika dikerjakan di daerah bercurah hujan rendah.

Cara Menanam Kacang Tanah Organik

Panduan untuk menanam kacang tanah organik sebenarnya tidak terlalu sulit bagi pemula atau orang awam. Apabila curah hujan terlalu tinggi maka akan mengakibatkan bunga sulit melakukan penyerbukan.

Hal ini mengakibatkan zona perakaran akan terlalu lembab sehingga jamur bisa berkembang subur serta ada beragam penyakit yang menginfeksi buah.

Untuk pertumbuhan daun dan pembesaran buah dibutuhkan penyinaran matahari secara maksimal. Budidaya kacang tanah organik idealnya berada pada ketinggian 50-500 meter diatas permukaan laut. Namun tumbuhan ini juga masih bisa menyesuaikan diri sampai ketinggian 1500 meter.

Budidaya kacang tanah organik cukup ampuh jika dikerjakan pada tipe tanah gembur yang terkandung unsur hara cukup sepertikalsium (ca), nitrogen (n), kalium (k) dan pospat (p).

Tanah gembur mempunyai struktur ringan dan sangat bagus untuk pertumbuhan ginofor atau bakal buah yang bisa berkembang memanjang kedalam tanah.

Selain itu, tingkat keasaman tanah yang cocok untuk menanam kacang tanah ialah sekitar 5-6,3. Unsur kalsium sangat dibutuhkan ketika fase generatif sehingga ketersediaan dari unsur ini sangat berakibat pada produktivitas tanaman dalam menciptakan buah kacang.

Dalam metode budidaya organik, unsur tersebut bisa dipenuhi dengan menambahkan kapur pertanian atau kapur dolomit ketika proses pengolahan lahan.

Jika lahan yang akan dipakai mempunyai tingkat keasaman tinggi atau basah maka dibutuhkan penambahan kapur dolomit dengan dosis lebih banyak.

Dan perlu untuk ingat pula, walaupun kacang tanah mempunyai bintil akar dimana menjadi tempat rhizobium berkembang. Tumbuhan ini tetap memerlukan unsur nitrogen semenjak awal tanam. Dan sesudah besar, bakteri ini perlu memberikan unsur nitrogen hingga 75-85% dari keperluan tanaman.

Memilih Bibit Kacang Tanah Unggulan

Benih kacang tanah bisa diperoleh dengan dua cara, pertama dengan menggunakan cara membeli di toko atau membuat benih secara manual. Benih manual diperoleh dari kacang tanah yang dibiarkan berusia sampai tua atau sekitar 100 hari.

Buah kacang tanah yang siap dijadikan benih akan berwarna semburat hitam dan tidak mempunyai selaput di bagian cangkangnya.

Setelah benih diunduh, lakukan sortasiatau pemilihan dulu selanjutnya dijemur kira-kira 4-5 hari. Benih kacang tanah ada baiknya disimpan selama 3- 6 bulan untuk mempertahankan kualitasnya. Jangan membuka cangkang kacang selama masa penyimpanan tetapi bukalah cangkang ketika benih akan ditanam.

Benih baru merupakan benih yang paling baik untuk ditanam karena belum tercemar dengan bakteri atau jamur selama penyimpanan.

Penyiapan Lahan Untuk Menanam Kacang Tanah

Lahan yang akan dipakai untuk merawat kacang tanah sebisa mungkin digemburkan sebelumnya. Bisa dengan menggunakan cara dibajak atau dicangkul sampai menjadi butiran yang lebih lembut. Hal  ini dimaksudkan untuk mengefektifkan produktivitas kacang dan menuai panen melimpah.

Setelah itu, tambahlah kapur dolomit sejumlah 2 ton per hektar untuk meningkatkan unsur kalsium dan untuk memulihkan  tingkat keasaman tanah. Taburkan diatas lahan yang telah gembur selanjutnya diamkan selam 2 hari.

Gunakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang  sebagai pupuk dasarnya. Jika memungkinkan, gunakan campuran pupuk kandang meliputi feses ayam dan feses kambing atau sapi.

Menanam kacang tanah bisa melakukannya dengan membuat bedengan ataupun tanpa bedengan. Penggunaan bedengan lebih disarankan pada lahan yang tergenang air. Sistem drainase yang bagus juga diperlukan untuk mempertahankan kesehatan tanaman.

Untuk penanaman kacang tanah umumnya melakukannya dengan menggunakan cara ditugal dengan berjarak tanam sekitar 25 x 15 cm. Dimana disetiap lubang diberi isi dengan satu butir benih.

Untuk lahan yang berukuran 1 hektare umumnya dibutuhkan benih sejumlah 50 kg sesudah penanaman, lakukan pengairan secukupnya setiap pagi dan sore. Benih kacang tanah akan mulai berkecambah sesudah berumur 4-7 hari sesudah tanam.

Cara Merawat Kacang Tanah agar Berbuah Lebat

Kacang tanah bisa berkembang serentak sesudah seminggu dan mulai berbunga pada umur 20 hari dan berkelanjutan sampai umur 75 hari. Namun hanya pada bunga yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjelma polong kacang.

Pengairan saat budidaya kacang tanah cukup penting, karena tumbuhan ini dapat dikatakan sangat sensitif terhadap air. Pengairan ini mesti dilakukan untuk mempertahankan kelembaban tanah.

Agar kelembaban tanah terjaga pada saat musim kemarau dapat disediakan mulsa dan sewaktu tanaman berbunga tidak dikerjakan penyiraman, karena bisa menggganggu penyerbukan. Berikut ini fase tanaman kacang tanah yang perlu dijaga pasokan airnya, yakni;

  1. Pada fase awal perkembangan,
  2. Pada umur 15 -21 hari,
  3. Saat berbunga 25 -35 hari,
  4. Saat pengisian polong umur 55 -70 hari.

Menyulam Bibit yang Mati dan Cacat

Penyulaman cukup penting untuk dikerjakan dalam budidaya kacang tanah. Pasalanya, terkadang tak seluruh bibit yang ditanam itu bisa berkembang, karena hal tersebut perlu untuk melakukan penyulaman.

Penyulaman ini baiknya dikerjakan secepat mungkin, dan telah mampu dimulai pada usia kacang tanah sekitar ± 3-7 hari sesudah tanam.

Rutin Membersihkan Tanaman Liar atau Gulma

Sudah pasti ketika menanam kacang tanah bisa berkembang gulma disekitarnya, karena hal tersebut, proses pembersihan gulma sangatlah penting, apalagi diawal-awal masa tanam.

Tanaman kacang tanah akan berlomba memperoleh terik matahari dengan gula untuk tumbuh. Bisa dipasatikan gulma bisa berkembang jauh sangat cepat, serta bisa menghambat perkembangan.

Selain untuk menyakinkan tanaman kacang tanah memperoleh terik matahari cukup, penyeiangan gulma ini juga memiliki tujuan untuk menghindarkan hama dan penyakit tanaman.

Usahakan untuk membersihkan gulma ini pada umur 3 minggu, 7 minggu, 10 minggu. Jika memakai mulsa jerami, penyiangan cukup dikerjakan sekali. Saat penyiangan sebisa mungkin sekaligus dikerjakan pembumbunan.

Pembubuhan ini sebisa mungkin dilakukan supaya budidaya kacang tanah yang bisa optimal. Kumpulkan tanah di daerah barisan sesampai terbentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman.

Memberikan Pupuk dan Penyiangan Yang Cukup

Untuk langkah pemeliharaan kacang tanah dibutuhkan ketika tanaman berbunga ialah seperti, pemupukan tambahan untuk menyediakan nutrisi pada tanaman. Pupuk tambahan sebisa mungkin punya beragam unsur pospor supaya buahnya bagus dan lebat.

Selain pemupukan, lakukan juga penyiangan dan pembubutan tanaman liar untuk memberi area yang lebih merata untuk perkembangan kacang tanah.

Tanaman liar yang tidak dibersihkan juga akan menyerap nutrisi sehingga membuat tumbuhan kacang tanah tidak tumbuh maksimal. Tidak hanya itu, penyiangan juga memiliki tujuan untuk memperbanyak biji yang tumbuh.

Pemanenan Saat Memasuki Usia Panen Kacang Tanah Organik

Kacang tanah akan siap diunduh ketika sudah memasuki umur 90 hari sesudah tanam. Ciri-ciri fisik kacang tanah yang siap panen ialah batangnya mengeras, daunnya berwarna kuning dan berguguran.

Untuk memastikan kacang tanah tersebut sudah siap panen, bisa dengan menggunakan cara mengambil sampling dan mengontrol langsung kondisi bijinya.

Pemanenan melakukannya dengan menggunakan cara mencabut tanaman sampai keakarnya. Kemudian pisahkan biji dengan akarnya, kacang dapat segera dijual atau dijemur dengan harapan memiliki harga lebih tinggi saat sudah kering.

Hama dan Penyakit Yang Berbahaya Untuk Kacang Tanah Organik

Budidaya kacang tanah juga tak lepas dari berbagai serangan hama maupun penyakit serta hal ini akan dapat memicu tanaman rusak dan mengurangi hasil panen.

Beberapa hama yang telah kerap diderita tanaman kacang ialah uret atau hama pemakan akar, ulat penggulung daun, ulat jengkal dan ulat grayak. Sedangkan penyakit yang telah kerap diderita tumbuhan ini ialah penyakit layu, bercak daun, sapu setan, sklerotium, gapong dan penyakit karat.

Hama dan penyakit tersebut wajib dikendalikan untuk menghindari bisa saja gagal panen. Hal – hal yang dapat dikerjakan ialah dengan melakukan pengolahan lahan secara benar dan baik.

Selain itu memakai pupuk kandang, penanaman secara serentak, penyiangan teratur mampu meminimalisir datangnya hama dan penyakit.

Selain itu juga wajib dikerjakan pencabutan tanaman berpenyakit, pemusnahan tanaman berpenyakit. Sering melakukan sanitasi lingkungan dan menanam tipe varietas tanaman yang tahan penyakit dapat meningkatkan perolehan hasil.

Apakah Artikel Ini Berguna ?

Tekan pada gambar bintang

Rata rata penilaian 4 / 5. Jumlah vote : 1

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Last Updated

Leave a Comment