Cara Cepat Budidaya Markisa Hasil Melimpah

| |

Cara Cepat Budidaya Markisa Hasil Melimpah – Markisa merupakan buah yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis di Amerika. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis , yakni markisa ungu hidup pada daerah dataran tinggi dan markisa kuning tumbuh di daerah dataran rendah.

Untuk ukuran dan rasa markisa ungu memiliki ukuran lebih kecil dan rasa lebih manis dibandingkan markisa kuning.  Daerah yang menjadi sentra produksi buah ini antara lain Sumatera Utara serta Sulawesi Selatan.

Buah ini memiliki aroma yang hampir mirip dengan jambu biji. Selain itu untuk mengkonsumsi buah ini secara langsung cukup dengan memakan biji markisa yang dilapisi pulp. Buah ini juga memiliki rasa manis asam yang menyegarkan.

Cara Budidaya Markisa

Cara Budidaya Markisa

Untuk kandungan gizi jangan ditanya, sebab dalam 1 buah markisa, terkandung sekitar 80 – 100 kalori. Juga dalam buah ini mengandung beraneka nutrisi penting bagi tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, karbohidrat rumit, serat, zat besi, dan kalium.

Di samping itu, buah ini juga mengandung beberapa nutrisi lain dalam jumlah kecil, seperti riboflavin, vitamin B3, vitamin B6, magnesium, fosfor, dan folat. Kandungan inilah yang membuat buah ini menjadi buah menyehatkan.

Meski memiliki kandungan gizi tinggi, markisa jarang dijual secara luas. Kebanyakan buah ini dijual dalam bentuk olahan seperti sirup atau ekstra. Namun jika ingin membudidayakannya sendiri tentulah cukup mudah langkahnya. Berikut cara budidaya markisa :

Syarat tumbuh markisa

Markisa dapat berkembang di daerah sub tropis, dengan ketinggian 600 – 1600 meter di atas permukaan laut dan paling ideal di atas 1000 meter. Buah ini juga dapat tumbuh baik di daerah subur dan ber-ph normal, serta daerah dengan drainase cukup baik sehingga menghindaari tergenangnya air.

Cara Menanam Papaya di Pot Agar Berbuah Lebat

Persiapan bibit markisa

Ada dua cara untuk mendapatkan bibit markisa, yakni melalui teknik menyambung dan penanaman daro bibit, berikutpenjelasannya :

Bibit sambung

Kebanyakan markisa yang banyak dibudidayakan yaitu markisa ungu karena rasanya manis. Namun jenis ini memiliki batang relative kecil, perakaran dangkal serta tidak tahan terhadap serangan nematoda.

Untuk markisa jenis kuning memiliki batang serta akar yang berlawanan dengan jenis ungu. Akan tetapi, untuk rasanya sedikit masam juga sari buahnya sedikit sehingga kurang diminati.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut lakukan penanaman dengan teknik sambung. Cara budidaya markisa dengan teknik ini adalah perpaduan antara jenis ungu dan kuning.

Markisa ungu bisa dijadikan sebagai batang atas sedangkan jenis kuning bisa digunakan sebagai batang bawah.

Penanaman bibit sambung

Langkah menanam buah markisa bibit sambung cukup mudah yakni :

  • Persiapkan pot atau polybag.
  • Masukkan campuran tanah, padi sekam, serta pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
  • Siapkan cabang tertua tanaman markisa yang telah dipotong dengan panjang minimal 25 cm. Cabang tertua yang disyaratkan ialah yang punya usia minimal satu tahun, berdiameter minimal 1 cm dan berasal dari tanaman varietas unggul.
  • Tanamlah bagian pangkal cabang ke dalam media tanam sedalam 5 cm, dan harap untuk memastikan pucuknya menghadap ke atas.
  • Tempatkan pada tempat teduh
  • Siram secara rutin.

Bibit biji

Bibit biji

Markisa umumnya dibudidayakan melalui benih atau biji . Sebelum mendapatkan bijinya, sebaiknya tentukan jenis apa yang cocok ditanam di lingkungan.

Oleh karena itu sebagai langkah pertama untuk menanam markisa perlu untuk memilih biji unggul. Biji tersebut bisa dibeli dari toko yang menyediakan benih tanaman ini.

Selain itu, juga bisa diperolehkan dari buah itu sendiri. Langkah-langkah untuk menanam buah markisa dengan biji ialah sebagai berikut.

  • Siapkan satu tipe buah markisa sesuai dengan yang hendak ditanam.
  • Buka markisa memakai pisau atau tangan.
  • Ambilah bijinya lalu bersihkan biji markisa dari pulp yang melekat.
  • Kemudian cuci biji markisa hingga bersih.
  • Lakukan pengeringan biji di bawah terik matahari selama kurang lebih satu hari.
  • Masukkan pada wadah lalu simpan di tempat teduh.

Proses penyemaian markisa

Setelah mendapatkan bibit, maka langkah selanjutnya dalam cara budidaya markisa adalah penyemaian. Penyemaian ini dilakukan apabila pembibitan dilakukan melalui biji. Berikut langkah penyemaian :

  • Untuk media semai bisa menggunakan polybag atau tray semai.
  • Sebagai media semai dapat berupa campuran tanah, pasir juga pupuk kandang, perbandingan 1:1:1.
  • Biji markisa ditanam pada media semai sedalam 1-1,5 cm, 1 biji 1 polybag.
  • Siram media semai memakai air bersih secukupnya.
  • Setelah bibit berusia 5-6 minggu (berdaun 4-5 helai) pindahkan ke polybag lebih gede. Media semai campuran tanah dan pupuk kandang, perbandingan 2:1.
  • Selama dipersemaian bibit disiram seperlunya, penyemprotan, pemupukan serta penyiangan.
  • Ketika sudah berusia 3 – 4 bulan bibit sudah dapat dipindah ke lahan tanam.

Persiapan lahan tanam markisa

Persiapan lahan tanam markisa

Untuk menanam bibit pada cara budidaya markisa, maka lahan harus diolah terlebih dahulu. Lakukan pembersihan dari gulma atau tumbuhan pengganggu.

Apabila lahan tanam sudah siap selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran 50x50x50 cm. Beri pupuk kandang 2-3 kg per lubang, biarkan lubang selama 3 – 5 hari.

Masukkanlah tanah ke dalam lubang tanam sedalam 10 cm lalu tanamlah bibit markisa. Buatlah para – para dengan menggunakan bambu atau kayu dan tali.

Cara Mudah Budidaya Matoa Agar Cepat Berbuah Lebat

Pemeliharaan tanaman markisa

Setelah bibit ditanam, maka berikutnya dalam cara budidaya markisa yakni pemeliharaan meliputi :

Penyiraman dan penyiangan

  • Pada awal tanam sampai umur 2 bulan tanaman markisa memerlukan air cukup, penyiraman dikerjakan 2 kali sehari.
  • Markisa dewasa (lebih dari 2 bulan) penyiraman dikerjakan 1 kali satu minggu (pada musim kemarau).
  • Penyiraman dikerjakan sampai suasana tanah di sekitar tanaman basah/lembab.
  • Penyiangan tanaman markisa dikerjakan sesuai kondisi gulma (minimal 1 x sebulan).
  • Penyiangan dikerjakan sekaligus penggemburan tanah untuk memulihkan tata udara dalam tanah dan membantu pertumbuhan akar tanaman markisa.
  • Tujuan penyiangan yakni untuk menurunkan persaingan antara gulma dengan tanaman markisa dalam mendapatkan air dan unsur hara/nutrisi.

Pengendalian hama penyakit

Beberapa tipe hama maupun penyakit yang sudah kerap diderita dalam menanam buah markisa antara lain :

  • Nematoda. Tanaman markisa sangat rentan terhadap serangan nematoda, terutama jenis ungu (edulis) sedangkan kuning (flavicarpa) cukup resisten. Untuk mengendalikannya dengan pemberian nematisida dosis sesuai anjuran.
  • Hama bekicot. Hama bekicot dapat dikendalikan secara manual, yakni dengan menggunakan cara diambil lalu dimusnahkan. Atau dengan menaburkan abu dapur di sekitar tanaman.
  • Hama lalat buah. Pengendalian hama lalat buah melakukannya dengan pemasangan jebakan lalat buah dan penyemprotan insektisida.
  • Fusarium wilt. Dapat dikendalikan dengan cara penyemprotan fungisida.
  • Phytophthora blight. Pengendalian melakukannya dengan penyemprotan fungisida.
  • Bercak coklat. Melakukan pengendaliannya dengan memberikan penyemprotan fungisida.

Pemanenan markisa

Pemanenan markisa

Sebelum tahu bagaimana cara memanen buah markisa, pertama-tama yang wajib diketahui ialah tahap tumbuh kembang dari buah ini. Beberapa tahap tumbuh kembangnya ialah sebagai berikut.

  • 2 minggu: batang bisa berkembang panjang dan menjalar ke tiang rambat.
  • 4 bulan: bunga markisa mulai tumbuh dan mekar.
  • 5 bulan: buah markisa muda sudah tumbuh.
  • 9 bulan: buah markisa umumnya sudah matang dan siap panen.

Cara Menanam Manggis Dari Biji Agar Cepat Berbuah

Untuk mengetahui markisa sudah matang, dapat dilihat dari cirri – cirri berikut :

  • Warna kulitnya kuning atau merah keunguan (berdasarkan varietas).
  • Tekstur kulit buah menjadi lunak.
  • Jika ditekan-tekan akan terasa empuk.
  • Beraroma harum markisa.

Proses panen bisa dikerjakan setelah terpenuhi beberapa ciri tersebut. Proses panen markisa bisa dikerjakan secara konvensional atau dengan alat bantu potong, seperti gunting. Pemilik dapat memanennya dengan prosedur berikut.

  • Petiklah buah dengan tangan atau dipotong menggunakan gunting.
  • Ambil sedikit tangkainya lalu dipetik.
  • Setelah buah dipetik lalu cuci bersih dengan air mengalir.
  • Buah dapat dijadikan jus dengan cara memeras dengan saringan biji serta pulpnya.
  • Bisa juga buah disimpan di lemari pendingin jika sewaktu – waktu digunakan.
Previous

Cara Jitu Menanam Bunga Geranium Penolak Nyamuk

Cara Menanam Jahe Merah di Polybag Untuk Hasil Melimpah

Next

Leave a Comment