Cara Mudah Budidaya Matoa Agar Cepat Berbuah Lebat

Cara Mudah Budidaya Matoa Agar Cepat Berbuah Lebat – Matoa adalah buah khas Papua yang merupakan buah tahunan. Biasanya berbuah setahun sekali, pohonnya berbunga pada bulan juli sampai oktober dan menghasilkan buah 3 atau 4 bulan kemudian. Pohon dari matoa tergolong pohon besar dengan ketinggian rata – rata 18 meter dengan diameter maksimum 100 cm.

Untuk menghasilkan buah yang baik, tanaman ini dapat ditanam di ketinggian 20 – 400 meter dpl. Buah matoa sangat mirip dengan kelengkeng atau rambutan namun aromanya sangat mirip dengan durian.

Cara Budidaya Matoa

cara-budidaya-matoa

Buahnya berwarna merah dan dapat dikonsumsi langsung ketika sudah masak. Kulit luar buah ini licin serta agak keras. Namun demikian matoa mudah dipecahkan dengan tangan kosong.

Di dalam buah matoa terdapat kandungan vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan tersebut seperti vitamin E, vitamin C, glukosam kalsium dan lain sebagainya.

Untuk dapat menikmati buah matoa, berikut cara budidaya matoa di halaman rumah :

Di dalam budidaya buah matoa, dapat melakukan dengan dua tehnik. Bisa dengan cara menanam bijinya langsung atau disebut generatif dan bisa pula dikerjakan dengan menggunakan cara mencangkok batangnya atau disebut dengan istilah vegetatif.

Pastinya kedua tehnik ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau berdasarkan pendapat saya, jika ingin memiliki hasil yang mirip indukannya, maka tehnik yang tepat ialah dengan cara mencangkok batangnya. Berikut ini merupakan beberapa langkah bagaimana cara menanam pohon buah matoa yang bagus dan benar:

Menyiapkan bibit

Untuk penyiapan bibit buah matoa ini, jika tehnik yang dipakai dengan metode cangkok, maka wajib mempunyai dulu bibit cangkokan buah matoa dari indukan yang unggul. pilihlah cabang pohon yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.

Kemudian mulailah mencangkok dengan menggunakan cara yang benar yakni dengan menyayat kulit dan hilangkan kambiumnya, selanjutnya tutup memakai tanah yang dibungkus dengan pelastik atau sabut kelapa.

Biarkan cangkokan sampai mengeluarkan akar. Jika cangkokan sudah mengeluarkan akar, langkah kemudian memotong cangkokan tersebut tepat di bawah area akar. Lalu pindahkan dulu ke dalam polybag sampai keluar akar banyak dan ada beberapa tanda bibit tumbuh besar.

Tapi jika menentukan cara budidaya matoa dengan tehnik generatif atau dari bijinya langsung, maka silahkan menyemai biji matoa yang tentunya wajib berasal dari buah matoa yang telah tua.

Tunggu sampai bibit tumbuh dan batangnya mempunyai tinggi sekitar 10-15 cm, lalu pindahkan ke dalam polybag. Kemudian rawat bibit tersebut sampai mempunyai ketinggian batang kurang lebih sekitar 40-50 cm.

Cara Menanam Buah Naga

Pembuatan lubang tanam

pembuatan-lubang-tanam

Cara budidaya matoa bisa dikerjakan di tanah secara langsung dan dapat ditanam di pot sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot). Jika ingin menanam buah matoa di dalam pot, maka otomatis pot wajib besar dan kuat, bisa menggunakan drum bekas minyak yang dibelah jadi dua, selanjutnya jangan lupa beri lubang bagian bawahnya.

Setelah itu isi pot dengan tanah gembur dan digabung dengan skam padi dan pupuk kandang seperti tinja kambing. Karena tinja kambing ialah pupuk kandang yang paling baik diantara pupuk kandang lain. Untuk perbandingannya ialah 2 : 1 ( 2 tanah dan 1 pupuk kandang).

Namun, buah matoa yang ditanam di pot tidak akan menciptakan buah yang maksimal karena ruang tumbuhnya terbatas. Pohon matoa bisa berkembang baik jika ditanam langsung pada tanah.

Buatlah liang tanam dengan diameter 50cm x 50cm dengan kedalaman 50-60 cm. Isi lubang dengan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi. Biarkan lubang selama 1 bulan sebelum ditanami supaya pupuk kandang meresap sempurna dan kondisi tanah imbang.

Proses penanaman

Sesudah bibit dan lahan disiapkan, maka tinggal menanam bibit buah matoa baik dalam pot ataupun ditanah secara langsung. Jika ditanam pada pot, maka buka plastik polybag secara pelan-lahan, selanjutnya masukkan ke dalam pot yang telah berisi tanah dan pupuk.

Selanjutnya cara budidaya matoa dengan menimbun menggunakan sisa tanah dan pupuk kandang. Jika menaman di tanah dengan lubang yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, caranya juga sangat mirip menanam dalam pot. Silahkan membuka plastik polybag pada bibit buah matoa, selanjutnya masukkan pada liang tanam secara secara pelan-lahan, selanjutnya timbun dengan tanah dan pupuk yang tersisa.

Perawatan

Setelah proses menamam pohon buah matoa selesai, saatnya memberikan pemeliharaan supaya cara budidaya matoa agar cepat berbuah. Perawatan tersebut meliputi :

  • Pemupukan

perawatan-matoa

Tidak ada cara lain untuk membuat tanaman mampu berbuah maksimal selain dengan memberikan pupuk. Pupuk merupakan nutrisi penting bagi tanaman. Apakah pupuk organik ataupun pupuk anorganik ialah hal yang sama-sama pentingnya guna meningkatkan hasil buah pada tanaman.

Khusus tanaman ini, cara budidaya matoa agar cepat berbuah proses pemberian pupuknya bisa dikerjakan 3 bulan sekali supaya hasil buah dapat maksimal, terutama jika pohon matoa sedang berbunga.

Cara Menanam Kelengkeng Dalam Pot

  • Penyiraman

Setiap makhluk hidup pasti memerlukan air, tidak terkecuali cara budidaya matoa agar capat berbuah. Akan memerlukan banyak air terutama dalam masa berbunga. Apalagi jika kondisi musim sedang kemarau. Jadi supaya buah matoa mampu berbuah besar-besar, maka rajinlah menyirami di pagi dan sore hari.

  • Pencegahan hama

Hama dan penyakit termasuk dalam faktor yang menjadi pemicu gagalnya pertanian ataupun perkebunan. Untuk itu dibutuhkan cara mencegah supaya tanaman bisa tumbuh maksimal. Begitu juga dalam cara budidaya matoa ini, jika dalam masa berbunga sudah diganggu hama dan penyakit, maka harapan untuk berbuah besar akan sia-sia.

Jangankan mampu berbuah besar, untuk menjadi buah saja sudah tidak mungkin, karena bunga kemungkinan mengalami rontok dan gugur karena diserang hama dan penyakit. Lakukan cara mencegah dengan menyemprot hama dan penyakit.

Pemanenan

Masa panen pohon matoa hasil cangkokan umumnya dapat menciptakan buah pada umur 4 tahun, jika budidaya matoa dari biji akan membutuhkan waktu 6 tahun untuk berbuah. Buah matoa siap diunduh sesudah 2 bulan dari mulai keluar bunga. Lakukan pemanenan dengan memotong tangkai buah matoa mengunakan gunting panen buah atau pisau tajam.

Apakah Artikel Ini Berguna ?

Tekan pada gambar bintang

Rata rata penilaian / 5. Jumlah vote :

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Last Updated

Leave a Comment