Cara Menanam Mentimun

| |

cara-menanam-mentimun

Cara menanam mentimun yang baik dan benar serta berbuah lebat. Siapa yang tidak tahu dengan buah timun, buah yang menjadi makanan sehari-hari masyarakat ini tentu amat pas untuk dibudidayakan. Prospek bisnis budidaya mentimun masih sangat terbuka lebar bagi siapapun yang punya minat.

Mentimun dengan nama latin cucumis sativus ini amat gampang mengikuti keadaan bermacam-macam iklim. Namun buah mentimun dapat tumbuh dengan maksimal pada iklim kering dengan ketinggian 400 m dpl. Akan tetapi yang terpenting ialah cukup memperoleh terik matahari, dengan suhu 21-26 derajat celcius dan sedikit curah hujan.

cara menanam mentimun yang benar

Dalam menerapkan metode bercocok tanam timun, hal utama dan terpenting supaya mampu berbuah lebat ialah memilih bibit mentimun unggulan. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang apakah bisa kita memilih atau menentukan bibit / benih mentimun punya kualitas tinggi? Tentu saja bisa, tapi diperlukan beberapa tahapan yang harus dilewati. Berikut adalah cara menanam mentimun yang benar dimulai dari memilih bibit berkualitas.

Ciri bakal benih atau indukan timun berkualitas

Supaya nantinya usaha budidaya mentimun berjalan lancar dan berbuah lebat, perlu dilakukan beberapa tahapan untuk memilih yang berkualitas. Sebenarnya sangat mudah saja karena ciri – ciri timun berkualitas sudah dapat dilihat saat melakukan pemanenan tanpa perlu kita membuka buahnya terlebih dahulu.

  • Pilihlah indukan mentimun tua atau berusia 2-3 bulan dari masa awal penanaman.
  • Tekstur daging dan kulit buah keras,
  • Warna buah kuning kecokelatan atau juga bisa berwarna kuning muda,
  • Ukuran buah mentimun ideal ialah 15-20 cm.
  • Tangkai buah berwarna coklat mudah atau coklat tua,
  • Selanjutnya jika buah dipotong maka akan terlihat biji atau bibit berwarna kecoklatan,
  • Kandung air pada buah mentimun tergolong banyak dan biji berlendir.

Tahapan Penyemaian Bibit timun

Tahap kedua dari cara menanam biji mentimun agar berbuah lebat ialah proses penyemaian bibit, bertujuan agar tanaman lebih cepat dikontrol perawatannya. Calon tanaman mentimun akan cepat menyesuaikan diri dan keperluan akan pangannya lebih tercukupi, karena hal tersebut maka proses penyemaian sangatlah penting.

  1. Ambil bibit timun yang telah disiapkan terlebih dahulu, baik diracik sendiri maupun beli ditoko pertanian langsung.
  2. Kemudian rendam memakai air biasa selama 15 menit, perhatikan apakah ada bibit timun mengambang jika ada silahkan dibuang karena bibit tersebut mempunyai kualitas buruk.
  3. Setelah proses perendaman tahap pertama siap, lakukan perendaman kembali selama 1 hari 1 malam.
  4. Siapkan handuk atau kain apa saja yang penting bersih jangan lupa dibahasi lalu letakan bibit timun hasil rendaman tadi selama 12 jam. Hal ini mempunyai tujuan supaya bibit mudah mencapai tahap kecambah.
  5. Tahap kemudian dalam cara menanam biji mentimun dengan menyiapkan tempat penyemaian dan media penyemaian. Dapat memakai tempat penyemaian seperti polybag ataupun plastik es ukuran 1 ons.
  6. Selanjutnya media penyemaian berupa tanah biasa, tanah hitam dan pupuk kandang digabung dengan rata.
  7. Setelah itu taburkan bibit timun kedalam tempat penyamaian yang telah diberi isi dengan media tanah ( tanah dan pupuk), lakukan penyiraman setiap hari.
  8. Calon tanaman timun bisa berkembang selama 10 hari.

Cara Menanam Tomat Di Pot

Cara Membuat Lahan Ideal Untuk Budidaya Mentimun

Tahap berikutnya dalam tahapan cara budidaya mentimun di sawah atau kebun ialah pengolahan lahan. pada tahap ini dapat memakai 2 lahan tanam untuk timun baik memakai daerah terbuka maupun polybag. Dibawah ini adalah merupakan cara pemanfaatan tanah kebun untuk bertani mentimun.

  1. Siapkan beberapa alat dan bahan seperti cangkul, sabit, tanah hitam serta pupuk kandang kering.
  2. Jika semua alat dan bahan siap, bersihkan daerah terbuka atau pekarangan dari hama pengganggu sampai bersih.
  3. Setelah itu cangkul tanah dengan kedalam 40 cm atau gembur, bertujuan supaya akar dari calon tanaman timun akan tumbuh secara penuh. Didalam proses ini bisa menambahkan pupuk kandang kering.
  4. Lalu buat bedengan dengan lebar 140 cm, tinggi 50 cm dan panjang sesuai dengan situasi lahan. Jangan lupa untuk membuat drainase disekitar area bedengan dengan diameter 40 cm antar bedengan.
  5. Jika lahan yang dipilih untuk penerapan cara budidaya mentimun di sawah atau kebun mempunyai ph kurang dari 6 dan lebih dari 7, Sebaiknya dikerjakan proses pengapuran lebih dahulu dan biarkan selama 2 minggu.
  6. Setelah itu buat lubang diatas area bedengan yang mempunyai fungsi sebagai tempat untuk menanam mentimun.
  7. Tahap terakhir dapat memakai mulsa plastik ataupun mulsa jerami, manfaat dari mulsa supaya lahan tanaman terjaga kesuburannya. Setelah itu biarkan sampai hitungan hari.

Tahap Menanam Benih Mentimun

Metode bercocok tanam timun sebetulnya mudah akan tetapi membutuhkan kehati-hatian. Sebelum memulai metode budidaya tanam timun, ada baiknya siapkan lanjaran(bambu dibelah) lalu tancapkan pada kanan dan kiri tempat penanaman yang memiliki kegunaan sebagai tempat perambatan batang mentimun.

Setelah semua selesai pindahkan tanaman timun yang telah memilik 2-3 helai daun dari tempat penyemaian kelahan tanam pekarangan atau polybag. Hal yang perlu untuk ingat ialah waktu penanaman, karena waktu penanaman mentimun paling tepat pada musim hujan supaya keperluan air tercukupi.

Cara Menanam Bawang Merah

Proses Merawat agar Timun Mampu Tumbuh Subur

Ketika berusaha menerapkan cara budidaya mentimun yang baik dan benar, tahap pemeliharaan secara rutin dan terperinci perlu dilakuan. Kegiatan ini ialah salah satu hal yang penting untuk menunjang keberhasilan dalam budidaya mentimun. Meskipun tanaman timun tetap dapat tumbuh dan berbuah walau tidak terkena proses pemeliharaan namun buah yang diperoleh tidak sama dengan buah hasil pemeliharaan.

Pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkan beberapa pemeliharaan tanaman timun berikut ini.

1. Sering Melakukan Penyiraman Pada Tanaman Mentimun

Cara pemeliharaan tanaman timun yang utama ialah penyiraman, buah mentimun mempunyai kadar air tinggi sehingga keperluan akan air juga tinggi. Kegiatan penyiraman dipengaruhi oleh musim, jika menanam timun pada musim hujan maka penyiraman tak harus dikerjakan.

Sebaliknya jika budidaya timun ketika kemarau kegiatan penyiraman perlu dikerjakan. Penyirmaan dapat dikerjakan setiap hari pada pagi dan senja hari.

2. Melakukan Upaya Pemupukan Pada Tanaman Mentimun

Proses pemberian pupuk ialah salah satu cara pemeliharaan timun yang penting, kegiatan ini dikerjakan supaya proses perkembangan buah timun dapat terjadi secara penuh.

Pada awal penanaman agar budidaya mentimun berjalan baik serta mempunyai buah lebat sebaiknya memakai pupuk kandang mengering. Sesudah tanaman timun mulai berbunga, dapat memakai pupuk urea, tsp, kcl, sp-36 dan sebagainya.

Tahapan Pemanenan Setelah Memasuki Usia Panen Mentimun

Proses ini yang sangat ditunggu-tunggu para petani. Meskipun proses panen amat gampang, tetapi wajib tetap waspada dan teliti supaya buah timun tidak rusak. Jika usaha mengimplementasikan cara berkebun timun berjalan dengan benar maka buah mentimun akan panen ketika berusia 35 hari. Selanjutnya dikerjakan setiap hari secara berturut-turut sebayak 33 kali pemanenan.

Pemanenan bisa dengan menggunakan cara dipetik langsung dan tangkainya secara manual memakai tangan. Ciri-ciri buah mentimun berkualitas yang siap di panen ialah buah mempunyai warna hijau muda cerah, bentuknya lurus dan tidak cacat dan berukuran sedang.

Kendala Dalam Budidaya Timun

Dalam berurusan ekonomi sangat sering ditemui beraneka macam kendala, tergolong dalam urusan ekonomi budidaya mentimun. Kendala yang kerap dijumpai dalam urusan ekonomi ini ialah kurangnya pasokan air, terutama jika tanam mentimun di musim kemarau.

Untuk cara mengatasinya, sebelum menanam harap untuk memastikanlah sebelumnya lahan mempunyai sumber airĀ  cukup. Jika terpaksa buat saluran irigasi baru untuk mengalirkan air ke lahan budidaya mentimun.

Selain itu kendala lain yang kerap dijumpai ialah kerusakan pada saat kegiatan panen dan pasca panen. Untuk cara mengatasinya harap untuk memastikan sebelumnya pasar yang akan dituju.

Lakukan penyortiran timun sesuai dengan kualitas dan buang atau pisahkan mentimun yang busuk. Kemas dengan baik hasil budidaya mentimun supaya selama perjalanan tidak mudah busuk.

Cara Menanam Kacang Panjang Organik

Next

Leave a Comment