Cara Menanam Pare di Pot Serta Rahasia Manfaatnya

| |

Cara Menanam Pare di Pot Serta Rahasia Manfaatnya – Pare atau disebut peria merupakan jenis tumbuhan merambat yang berasal dari asia tropis terutama wilayah India bagian barat yakni Assan dan Burma.

Tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai sayuran atau bahan pengobatan. Perai tumbuh secara merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral , bercabang banyaj, memiliki bau tidak sedap juga batangnya berusuk isma.

Rasa dari buah pare pahit dengan buah berwarna hijau serta oranye bila telah masak.

Cara Menanam Pare di Pot

cara menanam pare di pot

Di Negara wilayah Asia Timur yang meliputi jepang, korea serta cina tanaman ini dimanfaatkan untuk pengobatan.

Penyakit – penyakit tersebut misalnya gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah bahkan kini telah diekstrak lalu dikemas ke dalam kapsul menjadi obat herbal/jamu.

Buahnya yang berasa pahit biasa diolah sebagai sayur, misalnya pada gado-gado, pecel, rendang, atau gulai. Di Cina peria diolah dengan tausi, tauco, daging sapi, dan cabai sehingga rasanya makin enak atau diisi dengan adonan daging dan tofu.

Untuk Negara Jepang peria telah menjadi primadona makanan sehat karena diolah menjadi sup, tempura, atau asinan sayuran.

Berikut cara menanam pare di pot :

Cara Mudah Menanam Serei di Rumah Supaya Lebat

Syarat tumbuh pare

Sebelum memulai cara menanam pare di pot harus memahami terlebih dahulu persyaratan tumbuh tanaman ini.

Apabila menghendaki tanaman ini tumbuh dengan sempurna dan baik maka sebaiknya berada di ketinggian lahan dimulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, yakni sekitar 0 – 1400 meter diatas permukaan laut.

Selain itu, ph tanah (tingkat satuan keasaman tanah) yang dibutuhkan tanaman pare untuk tumbuh ialah sekitar 4 – 7 ph.

Untuk pemilihan media tanam lahan ialah tanah yang gembur serta punya beragam humus yang berfungsi untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman pare itu sendiri.

Dan area lahan juga tidak terlalu membutuhkan terik matahari (dapat ditanam di tempat teduh) karena pada umumnya tanaman peria ini tidak memerlukan banyak penyinaran dari terik matahari.

Pemilihan benih pare

Pada dasarnya cara menanam pare dari biji memerlukan benih yang sehat serta berkualitas. Tanaman peria berkembang biak menggunakan benih. Pembenihan tanaman ini dapat dilakukan sendiri, berikut langkah – langkahnya :

  • Gunakanlah benih dari tanaman peria yang sudah masak pada pohonnya. Bukan yang sudah dicabut pada batang pohonnya.
  • Pare yang sudah masak berubah warna menjadi oranye, jika sudah benar – benar masak maka buah akan pecah atau membuka sendiri.
  • Perhatikan buah yang akan dipakai dalam melakukan budidaya, apakah tanaman pare tersebut memliki cacat, perkembangan yang abnormal atau sering mengalami penyat.
  • Karena dalam proses pemilihan biji ini wajiblah biji  sehat, memliki tingkat produktivitas tinggi, serta tidak pernah mengalami sakit maupun hama selama perkembangannya.
  • Setelah memperoleh buah pare pada pohon yang terunggul dan akan dijadikan benih. Kemudian, buatlah tanaman pare terbelah menjadi dua.
  • Kemudian ambillah biji yang ada di dalam pare.
  • Keringkanlah biji tanaman pare dengan menggunakan cara dijemur di bawah terik matahari langsung.

Apabila tidak memungkinkan untuk mendapatkan benih sendiri, bisa membelinya langsung di toko peralatan serta perlengkapan pertanian. Jika sudah memperoleh benih baik itu dari membeli atau langsung dari buahnya, perlu dilakukan penyeleksian dengan cara :

  • Hangatkan air jernih
  • Masukkan benih.
  • Tunggu selama kurang lebih 30 menit.

Proses pemisahan akan dimulai, pada benih pare bagus maka benih tersebut akan mengapung, seandainya benih pare yang dimiliki tenggelam, maka benih tersebut memliki kecendrungan untuk tumbuh dalam situasi kurang baik dan ada baiknya agar biji tenggelam tersebut tidak ditanam.

Proses penanaman pare di pot

proses penanaman pare di pot

Selanjutnya dalam cara menanam pare dari biji setelah memperoleh benih sehat yaitu proses penanaman, langkah penanaman sebagai berikut :

  • Ambil media tanam berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 3 : 1, campurkan tanah dan kompos secara merata.
  • Selanjutnya ambil pot berukuran sedang, masukkan tanah yang telah dicampur kompos.
  • Buat lubang pada media yanam sedalam 3 -5 cm untuk lubang menanam peria.
  • Masukkan benih pare dalam lubang, lalu tutup kembali dengan media tanam. Namun tidak perlu ditutup dengan padat.
  • Sirami benih secukupnya. Terakhir letakkan pot pada tempat yang tidak terlalu panas, cukup terkena sinar matahari saja.

Penyiraman pare

Pada cara budidaya pare dalam pot, biarkan dahulu benih yang telah ditanam selama satu minggu. Setelah berumur satu minggu pasca tanam barulah benih disiram secukupnya.

Ketika media tanam kering maka lakukan penyiraman. Namun saat melakukan penyiraman haruslah berhati – hati , jangan sampai merusak batang tanaman yang masih sangat lunak.

Proses penyiraman dapat dilakukan setiap hari setelah tanaman perai tumbuh sekitar 15 cm. Sebab tanaman ini tergolong tanaman yang suka dengan air, jadi harap untuk memastikan agar tanaman ini selalu lembab.

Cara Menanam Labu Siam di Halaman Agar Berbuah Lebat

Perawatan pare

Apabila tinggi batang pada cara budidaya pare dalam pot telah mencapai tinggi 25 cm maka siapkan sandaran. Sandaran tersebut bisa terbuat dari kayu, kawat atau tali.

Fungsi dari sandaran ini yaitu sebagai penopang atau rambatan. Tanaman peria yang telah tumbuh tinggi maka harus diberi penopang atau ajir sebagai rambatannya.

Peria ini akan mulai berbunga ketika berusia kurang lebih 3 bulan setelah ditanam. Setelah berbunga kira – kira 1 – 2 minggu maka pare akan segera menjadi buah.

Ketika sudah berbuah, tanaman pare akan lebih rentan terhadap serangan penyakit dan hama. Hama yang umumnya menyerang ialah ulat, kumbang, kepik, lembing, lalat buah, siput, yang dapat memicu penyakit seperti embun tepung, antraktosa, layu daun, dan layu batang.

Untuk mengatasi cara menanam pare dari biji agar terhindar dari hama ada baiknya menggunakan pestisida untuk menetralkan hama tersebut.

Pastikan untuk memakai pestisida organik, supaya tanaman pare tidak tercemar dengan bahan-bahan tidak alami berbahaya yang umumnya dikombinasikan pada pestisida buatan.

Cara pemanenan pare

Proses pemanenan pada cara menanam pare di pot dilakukan saat buahnya belum matang atau masih berwarna hijau. Hal ini karena pare yang banyak disenangi untuk konsumsi makanan ialah pare setengah matang, komposisinya lebih renyah.

Proses pemanenan masih bisa dikerjakan hingga 3 bulan setelah masa panen pertama.

Manfaat di Balik Pahitnya Pare

manfaat di balik pahitnya pare

Meski memiliki rasa pahit, namun apabila diolah dengan benar maka rasa pahitnya dapat hilang. Di balik rasanya yang pahit, peria memiliki banyak manfaat pare untuk kesehatan. Berikut manfaat pare :

Menurunkan kadar gula darah

Manfaat pare untuk kesehatan dalam mengurangi kadar gula darah menjadikannya sudah lama dipakai sebagai salah satu metode untuk mengobati diabetes. Pare berfungsi dengan menstimulasi produksi insulin dan meningkatkan proses dicernanya gula dalam tubuh.

Selain itu, peria juga mampu mengurangi kadar fruktosamin dalam tubuh yang bisa membantu untuk mengatur gula darah dalam jangka waktu panjang.

Mengatasi kanker

Selanjutnya manfaat pare buat kesehatan yakni untuk menyembuhkan kanker masih memerlukan studi lebih rumit, namun juga diyakini ampuh membunuh sel kanker di usus besar, nasofaring, perut, dan paru-paru. Pare juga terbukti mampu menghambat penyebaran dan perkembangan sel kanker payudara.

Membantu mengurangi berat nadan

Pare dapat membantu menurunkan bobot tubuh. Selain mempunyai kalori yang rendah, manfaat pare mempunyai serat yang membantu tetap merasa kenyang lebih lama.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pare mampu meningkatkan pembakaran lemak dan menurunkan kadar lemak di perut. Namun, riset lebih rumit masih dibutuhkan untuk memahami manfaat pare dalam pembakaran lemak.

Mengurangi kadar koesterol

Untuk manfaat pare buat kesehatan satu ini masih memerlukan riset lebih rumit. Namun, berdasarkan beberapa riset awal pada hewan tikus, pare diperoleh dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dan trigliserida.

Menurunkan kolesterol dapat menurunkan risiko mengalami penyumbatan di pembuluh darah dan mengalami sakit jantung.

Mengandung banyak nutrisi

Di dalam manfaat pare menyimpan beragam senyawa seperti vitamin c, vitamin a, folat, dan beragam antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas.

Cara Lengkap Budidaya Buncis di Polybag

Pengolahan pare agar tidak pahit

pengolahan pare agar tidak pahit

Saking banyaknya manfaat pare, sehingga sangat disayangkan seandainya terlewatkan. Semua orang bisa mengambil khasiat dari sayur pare tanpa merasakah pahitnya.

Untuk dijadikan sebagai perawatan kecantikan kulit dan rambut, bisa melembutkan pare belum matang dan menjadikan masker secara teratur.

Sedangkan untuk menutrisi tubuh dari dalam, bisa mengolahnya menjadi bermacam-macam kuliner. Namun, sebelum memasaknya, dapat melakukan cara berikut ini, guna menghilangkan rasa pahit pada pare:

Pilih pare yang tepat

Ukuran pare juga mempengaruhi rasa pahitnya. Pilih peria berukuran sedang, sebab semakin besr ukurannya maka rasanya juga akan semakin pahit. Sebaiknya pilihlah yang berukuran kecil, sedang dan tidak terlalu besar.

Selain ukuran, warnanya pun mempengaruhi. Maka pilihlah peria dengan warna hijau tua, karena cara mengolah pare supaya tidak pahit yang berwarna lebih muda terkadang sudah hampir matang dan biasanya memiliki rasa lebih getir.

Cuci dengan garam

Setelah menentukan pare, tentu perlu mencuci sebelumnya agar membuang kotoran, bakteri atau zat pestisida di bagian luarnya. Setelah dicuci bersih, belah lah menjadi dua bagian. Lalu, buang biji dan selaput putih yang melekat pada dagingnya.

Lalu giris dagingnya tipis-tipis, dan taburi garam. Setelah itu, wajib meremas-remas pare yang telah dilumuri garam, selanjutnya bilas dengan air mengalir. langkah ini terkenal ampuh sebagai cara mengolah pare supaya tidak pahit.

Rebus dengan daun jambu biji

Setelah meremas pare dengan garam, cara mengolah pare supaya tidak pahit bisa merebusnya dengan daun jambu biji selama lima menit. Metode ini mampu membuang sari pahit sayur ini. Rasa sepat pada daun buah jambu biji akan menetralisir rasa getir pada pare.

Previous

Cara Menanam Serai di Rumah Supaya Lebat

Cara Menanam Bunga Lotus Seroja Dan Khasiatnya Bagi Kesehatan

Next

Leave a Comment