Cara Menanam Porang Yang Baik dan Benar

Cara Menanam Porang Yang Baik dan Benar – Porang ialah salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh tengah hutan dengan berumbi di dalam tanah. Umbi porang berpotensi mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Tanaman ini mengandung glukomanan bagus untuk kesehatan dan dapat secara gampang diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi keperluan sehari-hari.

Ciri-ciri porang

tanaman-porang

Tanaman ini sangat menyerupai dengan suweg (jawa) dengan batang cenderung tegak dan tidak terlalu keras serta terdapat totol putih-hijau, berbatang lembut. Tingginya bisa mecapai 100-150 cm.

Daun porang berbentuk menjadi berpangkal tiga, mempunyai warna hijau cenderung gelap maupun hijau cerah. Mempunyai titik pangkal daun tempat tumbuhnya bulbil semenjak tanaman berumur 2 bulan. Bulbil ini ditandai dengan bintik gelap pada pangkal daun.

Umbi porang merupakan umbi tunggal. Umbi ini mempunyai daging berwarna kuning cerah, seratnya lembut. Terdapat getah yang bisa menimbulkan rasa gatal di bagian kulit.

Contoh olahan dari porang yakni tepung, tahu, pasta gigi dan kosmetik lain sebagainya. Kandungan glukomanan yang tinggi sangat berguna untuk mengurangi kolesterol, mengurangi bobot tubuh, dan sebagai prebiotik. Nah, sekarang sudah tahu kan kenapa negara-negara lain sangat tertarik untuk mengimpor umbi porang. Tertarik untuk menanam porang Yuk intip dibawah ini caranya.

Syarat tumbuh Porang

Dikarenakan tumbuhan ini termasuk jenis tanaman asli tropis sehingga butuh kondisi lahan sebagai berikut kelembaban suhu sekitar 25◦c-35◦c dan curah hujun antara 1.000-1.500 mm.  Kondisi tanah yang dibutuhkan supaya porang bisa tumbuh dengan baik ialah tanah dengan tekstur lempung berpasir bersih dari alang-alang dengan ph netral (6-7).

Cara menanam porang

cara-menanam-porang

Tanaman porang umumnya hidup mencapai ketinggian 100-150 cm. Mempunyai batang lembut dan daun mempunyai warna hijau tua dengan akses garis warna putih. Hasil utama dari tumbuhan ini ialah umbi di dalam tanah. Umbi ini terdapat di setiap pangkal cabang yang terkandung biji.

  1. Keadaan iklim

Intensitas cahaya 60 – 70%

Ketinggian 0 – 700 m dpl. Namun yang terbagus pada daerah berketinggian 100 – 600 m dpl.

  1. Keadaan tanah

Dibutuhkan tanah gembur/subur dan tidak becek.

Tanah dengan tekstur lempung berpasir bersih dari alang-alang.

Tingkat keasaman tanah paling ideal antara ph 6 – 7.

  1. Kondisi lingkungan

Naungan ideal: jati, mahoni sono.

Tingkat kerapatan naungan minimal 40% maksimal 60%. Semakin rapat semakin baik.

1. Persiapan lahan menanam porang

Langkah paling penting pertama dalam proses penyiapan lahan untuk menanam porang yakni membersihkan lahan dari gulma. Kemudian, lahan dibajak singkal atau dikerjakan penggemburan. Selanjutnya buat guludan, siapkan liang tanam dengan berjarak 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm. Setiap lubang diberi isi dengan pupuk kompos dan sekam supaya perkembangan porang optimal. Untuk metode paling tepat pembudidayaan porang bisa memakai sistem monokultur.

Untuk lahan datar bisa melakukan pembersihan semak dan membuat guludan dengan diameter lebar 50 cm tinggi 25 cm. Buatlah jarak antara guludan sepanjang 50 cm.

Untuk lahan yang miring tanah tak harus diolah lagi. Cukup buat lubang sebagai ruang untuk tanaman pirang tumbuh.

2. Persiapan bibit porang

Porang dapat diperbanyak dengan menggunakan cara vegetative dan generative (biji,tetas/bupil). Untuk bibit yang bagus dipilih dari umbi bupil sehat. Bibit cukup ditanam sekali saja, setelah bibit yang ditanam berumur 3 tahun dapat diunduh untuk pertama kalinya. Selanjutnya, porang dapat diunduh kembali tanpa perlu dikerjakan penanaman kembali.

Keperluan bibit per satuan luas sangat bergantung pada jenis bibit yang dipakai dan jarak tanam. Dengan prosentase tumbuh benih da atas 90%, keperluan benih per hektar dengan berjarak tanam 1 m×0,5 m ialah :

Umbi : 1.500 kg ( ¬+20-30 buah/kg)

Biji : 300 kg

Bupil : 350 kg( +170-175 buah/kg)

Pilihlah anakan porang yang mempunyai umur kira-kira satu tahun dan mempunyai perkembangan sehat serta tanaman subur.

Bersihkan umbi dari tanah di area akar-akarnya.

Simpan bibit pada ruangan atau tempt teduh hingga saat penanaman tiba.

  1. Persiapan bibit dari umbi

Pilihlah anakan tanaman porang berusia 1 tahun dengan kriteria tanaman tersebut perkembangannya baik, subur, dan sehat.

Bongkar tanaman lalu bersihkan umbi dari akar dan tanah.

Kumpulkan bibit tersebut di tempat teduh

Untuk satu umbi hanya menciptakan satu tanaman porang.

  1. Persiapan bibit dari biji

Pada setiap kurun waktu 4 tahun, tanaman porang dapat menciptakan bunga yang berkembang menjadi buah atau biji. Dalam 1 tongkol buah bisa menciptakan 250 butir yang bisa dipakai sebagai bibit porang dengan menggunakan cara disemai sebelumnya.

3. Penanaman porang

Penanaman porang bisa dikerjakan langsung memakai umbi atau katak. Namun, seandainya memakai biji maka lebih berkualitas di bibitkan sebelumnya dalam polybag. Penanaman umumnya dikerjakan pada awal musim penghujan yakni pada bulan oktober-desember.

Setelah tumbuh dan berusia sekitar lima bulan (musim satu) tumbuhan ini akan menguning mati dengan sendirinya. Pada saat inilah waktu paling tepat untuk mengambilnya karena katak pada tangkai daun akan jatuh dengan sendirinya. Untuk harganya sendiri Bulbil atau katak biasa dijual dengan harga antara sebelas sampai lima belas ribu perkilo. Tapi, juga bisa di jadikan bibit untuk di tanam sendiri.

4. Penanaman dan jarak tanam porang

Porang sangat bagus di tanam ketika turun hujan, yakni sekitar november- desember. Tahapan dalam menanam porang ialah sebagai berikut :

Bibit yang sehat satu persatu di masukkan ke dalam liang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas.

Tutup bibit tersebut dengan tanah lembut atau tanah olahan setebal sekitar 3 cm.

Tiap liang tanaman di isi satu bibit jarak tanam berdasarkan keperluan.

Pemeliharaan

Pada dasarnya tanaman porang ini ialah jenis tanaman mudah tumbuh dan tidak begitu membutuhkan jenis pemeliharaan khusus. Agar bisa memperoleh hasil produksi panen yang maksimal, maka dapat mememberikan pemeliharaan sebagai berikut:

Penyiangan

Bersihkan gulma seperti rumput liar karena keberadaannya akan mengurangi pasokan nutrisi yang dibutuhkan oleh porang untuk berkembang baik air maupun unsur hara.

Penyiangan bisa dikerjakan sebulan sesudah umbi ditanam. Lakukan penyiangan kemudian ketika gulma muncul kembali.

Timbun gulma yang dibersihkan tadi ke dalam sebuah lubang supaya dapat menjadi kompos.

Pemberian pupuk

Berikan pupuk dasar sewaktu tanaman porang baru ditanam. Sedangkan untuk pemberian pupuk kemudian bisa dikerjakan setahun sekali di awal musim hujan.

Jenis pupuk yang bisa dipakai yakni urea 10 g/lubang dan sp 36 5 g/lubang.

Cara aplikasi pupuk yakni dengan menanam pupuk di dekat bagian batang.

Pembersihan gulma

Karena penanaman porang dikerjakan pada awal musim penghujan maka akan banyak gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Hal ini akan mengganggu perkembangan tanaman porang, sehingga perlu dilkukan penyiangan gulma.

Pembumbunan guludan

Lakukan pembumbunan atau peninggian guludan dengan menggunakan cara menimbun pangkal batang porang dengan tanah yang terdapat disekitarnya, hal ini memiliki tujuan supaya batang porang tegak dan umbi dapat berkembang dengan cepat.

Penjarangan

Proses ini dikerjakan jika dalam satu liang tanam tumbuh terlalu banyak porang. Hal ini, sangat mungkin terjadi karena dalam satu bibit bisa tumbuh 3-4 batang. Apabila tidak dikerjakan penjarangan, dicemaskan umbi tidak tumbuh besar.

Pemanenan porang

porang

Tanaman porang sesudah ditanam selama tiga tahun baru dapat diunduh untuk pertama kalinya. Sesudah itu tumbuhan ini dapat diunduh setahun sekali tanpa wajib menanam kembali umbinya. Waktu panen umumnya dikerjakan pada bulan april sampai juli sewaktu tanaman mengalami masa dorma.

Pasti pada bertanya kan apa aja sih sebenarnya ciri – ciri tanaman porang yang sudah siap panen? Kebanyakan porang yang siap dipanen pada bagian tanaman mati dan menyisakan batang kering beserta lubang kecil letak porang tersebut. Rata-rata umbi mampu mempunyai ukuran besar dengan berat mencapai 1kg/umbi. Ada baiknya untuk meninggalkan umbi kecil agar bisa dipanen dikemudian hari.

Last Updated

Leave a Comment